RSIS Kini Dilengkapi Imaging C Arm / Mini Cath Lab


 

Perkembangan teknologi pencitraan (imaging) berlangsung dengan cepat. Dahulu, untuk melihat gambaran tulang yang patah, dilakukan foto rontgen (x-ray). Filmnya dicuci dengan larutan tertentu dan dikeringkan. Setelah itu barulah tampak hasilnya. Dalam perkembangannya, foto rontgen tidak perlu dicuci lagi.  Namun, bisa langsung dicetak oleh komputer.

Alat rontgen konvensional kurang fleksibel bila digunakan untuk dalam membantu kegiatan operasi. Saat dilakukan tindakan di kamar operasi, seperti reposisi patah tulang dan pemasangan implant/pen, alat tersebut tidak bisa mengambil gambar secara kontinyu (live). Hasilnya tidak dapat langsung dilihat karena perlu melalui proses cetak dulu.

Oleh karena itu, muncullah piranti imaging C Arm yang menjadi bagian dari alat Mini Cath Lab. Dengan mengunakan C Arm, reposisi atau pembetulan kembali posisi tulang yang patah, termasuk pemasangan implan/pen dapat dilihat saat itu juga hasilnya.

Bila diperlukan imaging secara kontinyu, termasuk mencari benda logam yang masuk ke dalam tubuh seperti jarum, paku, dan peluru, dengan C Arm akan lebih mudah dideteksi letaknya.

C Arm atau Mini Cath Lab bisa pula dijadikan alat bantu saat operasi kasus lain. Misalnya bedah urologi, bedah saraf, bagian saraf (neurology), dan bedah thoraks kardiovaskuler (bedah dada, jantung, pembuluh darah, dan radiologi intervensi).

Saat ini Rumah Sakit Islam Surakarta memiliki C Arm/Mini Cath Lab yang sangat membantu dalam memberikan pelayanan prima ke pasien.