Selasa, 06 September 2016 - 13:09:09 WIB

Gelang Identitas Membantu Keselamatan Pasien


Diposting oleh : Administrator
Kategori: INFO SEHAT - Dibaca: 7402 kali


Gelang Identitas Membantu Keselamatan Pasien


Gelang


 


Urusan keselamatan pasien (safety patient) menjadi perhatian bagi setiap rumah sakit. Pasalnya, tidak ada seseorang pun yang datang ke rumah sakit ingin menambahkeparahan. Hal-hal kecil yang di tempat tersebut akhirnya perlu disesuaikan untuk mendukung keselamatan pasien, termasuk keluarga dan pengunjung lainnya.


Berbagai hal yang mendukung keselamatan pasien ini sangat banyak. Paling sederhana, hampir di setiap rumah sakit dilengkapi dengan cairan antikuman. Cairan ini sering ditemukan hampir di setiap sudut ruang berupa botol yang dilekatkan pada dinding. Fungsi utamanya yaitu sebagai pengganti sementara untuk cuci tangan. Cairan tersebut memiliki kandungan antiseptik yang mampu membunuh kuman di tangan. Setiap tenaga medis yang hendak memeriksa pasien, wajib membasuh tangannya dengan dengan cairan ini.


Di Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS), keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Bahkan, telah dibentuk unit khusus yang menangani setiap lini keselamatan semua orang yang sedang berada di rumah sakit, khususnya pasien. Salah satu alasannya, rumah sakit menjadi pusat dari berbagai jenis penyakit. Sangat mudah bagi seseorang untuk mendapatkan penularan penyakit.


“Pasien yang berobat ke RSIS mesti dijaga keselamatannya. Jangan sampai ketika pasien sudah pulang ke rumah, justru  kembali sakit,” kata dr. Nurul Fithri Isvari selaku Panitia Pencegahan dan Pengendalian Keselamatan Pasien di RSIS.


Dokter Nurul juga mengatakan, pentingnya bagi rumah sakit untuk mengedepankan safety patient lainnya adalah seringnya terjadi insiden yang tidak diinginkan dengan korban para pasien. Angka kejadiannya bahkan cukup tinggi. Beberapa kasus ringan, di antaranya pasien jatuh atau tertimpa sesuatu. Namun dalam kasus yang agak berbahaya, kesalahan dalam identifikasi bisa menyebabkan kesalahan diagnosis hingga penangannya yang tidak  tepat.


“Risiko terjadinya masalah pada pasien di rumah sakit sangat tinggi. Sehingga, rumah sakit perlu menerapkan safety patient mulai dari masuk sampai mereka pulang ke rumah,” ujarnya.


Begitu pula di RSIS, keselamatan pasien sudah dimulai dari mereka masuk ke rumah sakit untuk berobat. Misalnya pada pasien rawat inap, segala sesuatu mengenai identitas pasien akan diperjelas dari awal. Identitas yang ditanyakan pada pasien atau keluarganya ini beragam. Mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, hingga riwayat kesehatannya seperti kemungkinan adanya alergi pada obat atau makanan tertentu. Dari sinilah sampai pasien pulang kembali ke rumah, data-data ini akan ditanyakan untuk mencegah kesalahan dalam pemberian tindakan diagnosis maupun terapi.


Meski terlihat sepele, namun pengidentifikasian ini sangat penting. Informasi tentang nama dan tanggal lahir, misalnya. Ada orang memiliki nama yang serupa dengan lainnya. Dalam beberapa kasus, terjadi kesamaan nama hingga sampai pada nama lengkap. Akhirnya dipakailah petunjuk lainnya yakni tanggal lahir untuk membedakannya.  Pengidentifikasian pasien perlu dilakukan secara menyeluruh.


“Di RSIS dilakukan proses identifikasi salah satunya dilakukan dengan membuat stiker khusus yang memuat nama dan tanggal lahir. Stiker ini ditempelkan pada pengantar laboratorium, pemberian obat, dan sebagainya. Tujuannya untuk menghindari salah baca,” tutur dr. Nurul.


Sementara itu untuk pasien rawat inap diberikan penanda identitas tambahan selain stiker, yakni gelang khusus pasien.  Gelang tersebut wajib dipasang dan dilepaskan oleh perawat. Pasien tidak boleh melepasnya sendiri. Pemberian gelang ini pun harus dipastikan tepat sesuai dengan informasi yang diberikan pasien atau keluarganya kepada pihak rumah sakit.


Dari gelang inilah nantinya perawat akan memastikan kebenaran dalam tindakan yang diberikan untuk pasien. Setiap kali dilakukan tindakan, maka perawat menanyakan beberapa informasi identitas sebagai sarana konfirmasi. Meskipun mungkin pasien merasa bosan ditanyai terlalu sering, namun semua itu demi kebaikan pasien agar mereka tidak salah dalam penanganan. Gelang pasien diusahakan tetap terpasang secara baik, termasuk harus dijaga oleh keluarga yang menunggu. Informasi yang tertera di gelang tidak boleh tertutupi.


Gelang yang dipakai pasien satu dengan lainnya mungkin berbeda warna dan jumlahnya. Setiap warna gelang memiliki makna tersendiri. Gelang biru dipakai untuk pasien laki-laki, sementara pasien wanita menggunakan gelang pink. Jika pasien ditambah menggunakan gelang kuning artinya pasien tersebut memiliki risiko jatuh saat dirawat, seperti pasien manula yang sulit berjalan atau mengalami patah tulang kaki. 


“Jika pasien memakai gelang merah maka dia juga memiliki alergi tertentu, mungkin bisa obat atau makanan. Kalau ada pasien mengalami alergi, maka bagian farmasi dan gizi akan lebih berhati-hati (dalam pemberian obat atau makanan). Petugas akan lebih sigap,” kata dr. Nurul.


Oleh sebab itu pasien sangat mungkin saat rawat inap mengenakan beberapa gelang sekaligus demi keselamatan dalam penanganan. Informasi pada gelang juga harus diperiksa kebenarannya oleh pasien dan keluarganya agar tidak sampai salah.


Setiap informasi yang diberikan kepada petugas medis sangat penting dalam mendukung safety patient. Sangat dianjurkan setiap pasien yang berobat di RSIS, baik rawat jalan dan rawat inap, memberikan informasi tentang identitasnya secara lengkap dan jelas. Hal ini dapat mencegah terjadinya kesalahan dalam diagnosis penyakit dan terapinya. Bermula dari pengidentifikasian yang benar, diharapkan turut mendukung percepatan pemulihan dan kesembuhan pasien.



Berita Terkait :



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)