Selasa, 06 September 2016 - 13:07:38 WIB

SELAMATKAN GINJAL ANDA


Diposting oleh : Administrator
Kategori: INFO SEHAT - Dibaca: 2491 kali


SELAMATKAN GINJAL ANDA


Oleh :Prof. Dr. Bambang Purwanto, dr. Sp.PD.,KGH-FINASIM


Ginjal


Ginjal merupakan organ tubuh yang penting karena berfungsi mendukung kondisi yang sehat (homeotasis) dengan fungsi mengatur keseimbangan asam basa, input/output air, dan elektrolit.


Penyakit ginjal secara umumdibagi menjadi dua, yaitu penyakit ginjal akut (acute kidney injury)  dan penyakit ginjal kronis. Kedua pembagian tersebut penting karena penyakit ginjal akut bersifat reversible, biasanya disebabkan oleh gangguan hemodinamik (dehidrasi atau pendarahan yang hebat), akibat obat-obatan atau bahan yang bersifat merusak ginjal (nefrotoksik). Penyakit ginjal akut biasanya tidak disertai anemia atau hipertensi.


Sementara itu, penyakit ginjal kronis bersifat irreversible (tidak bisa sembuh, progesif, kronis [menetap lebih dari 3 bulan]). Penyakit ginjal kronis bersifat irreversible dan progresif, cepat atau lambat akan mencapai stadium terminal (End Stage/Stage V). Karena tidak bisa menyembuhkan, target pengobatan adalah bagaimana memperlambat progresifitas dari penyakit ginjal kronis tersebut, dengan cara meminimalkan faktor-faktor pemberat.


Beberapa cara meminimalkan faktor pemberat misalnya dengan mengendalikan hipertensi, diabetes melitus (kencing manis), menghindari gangguan hemodinamik (segera memperbaiki dehidrasi dan mengatasi pendarahan), menghindari obat-obatan atau bahan-bahan yang merusak ginjal (nefrotoksik).


Masalah obat nefrotoksik sangat penting karena bahan-bahan (misalnya: jamu pegel linu) obat-obat penghilang rasa sakit (analgetik), obat-obat rematik sangat mudah didapat di masyarakat bahkan di warung-warung kecil di desa pun tersedia, sehingga sulit dikontrol. Beberapa suplemen yang berefek meningkatkan kesegaran jasmani bila dikomsumsi berlebihan, dan kenyataannya memang mudah didapat, rasanyapun enak, dapat juga menyebabkan penyakit ginjal kronis (Gooch dkk.,2007: Lin.,2012).


Dengan memberikan pendidikan terhadap masyarakat secara luas dan terus menerus mengenai penyebab penyakit ginjal maka diharapkan kejadian penyakit ginjal bisa dikendalikan.


Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah suatu kondisi dimana ginjal yang rusak tidak dapat membersihkan darah sebaik mungkin. Kerusakan ini dapat menyebabkan sisa-sisa pembuangan menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit kardio-vaskular, anemia, dan penyakit tulang. Orang dengan PGK awal cenderung tidak merasakan gejala apapun. Salah satu cara untuk mendeteksi PGK adalah melalui tes darah untuk memperkirakan fungsi ginjal, dan tes urin untuk menilai kerusakan ginjal.


 


Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban PGK dan mencegah atau menunda gagal ginjal?


Berbagai strategi yang komprehensif telah di kembangkan untuk mengatasi beban penyakit ginjal. Cara yang paling efisien untuk mengurangi beban PGK adalah dengan mencegah dan mengobati faktor risiko. Skrining individu yang beresiko tinggi untuk PGK (misalnya, orang tua>50 tahun, orang-orang dengan riwayat diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, atau orang-orang yang memiliki riwayat keluarga PGK) dapat mencegah atau menunda gagal ginjal.


Terapi yang tepat serta pengelolaan komplikasinya dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal. Selain itu rujukan yang tepat terhadap nephrologis dan mendapatkan pengobatan juga meningkatkan hasil.


 


B. Penyebab penyakit ginjal / Etiologi


Penyakit ginjal akut biasanya disebabkan oleh gangguan hemodinamik (dehidrasi, perdarahan, dan bahan-bahan atau obat-obat nefrotoksik). Bila terjadi keadaan tersebut harus segera diatasi sehingga fungsi ginjal dapat diusahakan senormal mungkin, sebab bila perbaikan hemodinamik terlambat pemulihan fungsi ginjal tidak bisa sempurna.


            Pola hidup, pola makanan dan minuman sebaiknya dilakukan seoptimal mungkin, misalnya :



  • Sedapat mungkin makanan dan minuman bersifat alami, segar, baru, sedapat mungkin menghindari bahan-bahan pengawet.

  • Diusahakan minum cukup dan tidak berlebihan, sekitar 1,5-3 liter/hari, tetapi pada kondisi penyakit ginjal end stage harus dibatasi sesuai petunjuk dokter

  • Secara umum makanan banyak mengandung sayuran, buah segar, protein secukupnya, dan rendah lemak. Mengenai jumlah konsumsi protein pada penyakit ginjal kronis (stage IV-V) perlu dibatasi sesuai petunjuk dokter.

  • Olahraga yang terprogram, teratur, berkelanjutan, dan berdasarkan pertimbangan individual (usia, penyakit jantung, dan lain-lain), wajib dilakukan kalau perlu konsultasi ke dokter.


Penggunaan jamu, obat pegel linu, yang sangat mudah didapat sesuai dengan keterangan tersebut diatas sebaiknya dihindari atau seselektif mungkin. Penggunaan zat pewarna untuk makanan harus bersifat tidak merusak ginjal (nefrotoksik) dimana dalam kenyataannya pewarna dari makanan kadang-kadang masih menggunakan bahan pewarna untuk kain yang harganya relatif murah dan kelihatan menarik. Masalah ini sangat berbahaya terhadap ginjal dan kenyataannya masuh sulit diberantas.


Penggunaan obat penghilang rasa sakit (analgetik), penurun panas (anti-piretik), maupun obat rematik seperti tersebut di atas harus indikatif, selektif, tepat guna dan seminimal mungkin (Gooch dkk.,2007; Lin dkk.,Liangos, 2012).


Obat antibiotik tertentu (misalnya: aminoglikosid) bersifat nefrotoksik, penggunaannya harus didasarkan indikasi yang sangat terpaksa ataupun menyelamatkan jiwa (live saving) (Liangos, 2012).


Beberapa penyakit yang sering menimbulkan komplikasi pada ginjal antara lain (Kabir dkk., 2012) berupa:



  1. Hipertensi

  2. Diabetes Melitus

  3. Penyumbatan ginjal maupun salurannya (nefropati obstruktif), misalnya: batu, pembesaran prostat, kanker leher rahim (Ca cerviks), kanker kandung kemih (Ca buli-buli), Ca prostat, kanker indung telur (Ca ovary), dan lain-lain.

  4. Penyakit autoimun, misalnya: nefriti lupus, gromelulonefritis, Goodpasture syndrome, Heyman nefritis, dan lain-lain.

  5. Infeksi, misalnya: pielonefritis kronis, infeksi saluran kemih dengan komplikasi (ISK komplikasi)


 


RINGKASAN


 


Dalam rangka menyelamatkan ginjal perlu diperhatikan :



  • Mengatur pola hidup yang baik, misalnya: minum cukup, menghindari makanan yang banyak mengandung pengawet, cukup istirahat, olahraga teratur.

  • Sedapat mungkin menghindari bahan jamu, obat-obatan yang berpotensi merusak ginjal termasuk obat rematik, pegel linu, penghilang rasa sakit.

  • Mengendalikan penyakit yang dapat merusak ginjal, misalnya: hipertensi, kencing manis, gangguan hemodinamik (dehidrasi, pendarahan, gagal jantung), sumbatan saluran kencing (batu, pembesaran prostad, kanker), penyakit autoimun disease (nefritis Lupus, glomerulonefritis, dan lain-lain), infeksi ginjal atau saluran kencing.

  • Penatalaksanaan penyakit ginjal sebaiknya ditangani dokter yang berkopenten yang bekerjasama penderita dan keluarga supaya mendapatkan hasil yang optimal.

  • Penatalaksanaan penyakit ginjal meliputi : diit, pengaturan input dan output cairan, obat-obatan, khusus pada penyakit ginjal tahap akhir perlu cuci darah atau cangkok ginjal.



Berita Terkait :



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)