Selasa, 06 September 2016 - 13:05:41 WIB

CT Angiografi, Kelainan Pembuluh Darah di Otak Dapat Diamati Detil dengan CT Scan


Diposting oleh : Administrator
Kategori: INFO SEHAT - Dibaca: 18607 kali


CTCT scan adalah piranti pemindai bagian dalam tubuh yang cukup canggih saat ini selain MRI. Alat ini mampu melihat seluruh isi di dalam tubuh mulai dari organ sampai ke pembuluh darah yang ukurannya sangat kecil. Dengan kecanggihan ini, proses diagnosis penyakit dapat ditegakkan secara akurat. Hasil foto yang dihasilkan sangat detil jauh melebihi foto dari alat rontgen.


Keistimewaan CT scan ini sudah bisa didapatkan di Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS). Sejak beberapa tahun lalu, RSIS telah melengkapi peralatan medisnya dengan piranti canggih ini. Ada dua jenis CT scan yang dimiliki oleh RSIS yakni CT scan 16 slice dan CT scan 64 slice. Keduanya telah diupgrade dengan software terbaru yang berguna untuk memaksimalkan kinerja kedua alat.


“Perbedaan kedua alat terletak pada kecepatan saat memindai. Meskipun CT scan 64 slice lebih cepat, namun CT scan 16 slice yang dimiliki ole RSIS sudah memiliki software tercanggih,” kata Didik Ikhwan, S.ST, asisten manager radiologi RSIS.


Kegunaan dari CT scan saat banyak. Penyebutannya berbeda tergantung dari bagian tubuh mana yang hendak dipindai. Misalnya saat dipakai untuk mendiagnosis bagian usus, maka CT scan menjalankan fungsi sebagai CT colonoscopy. Alat ini dapat pula dimanfaatkan untuk  CT virtual pada kasus paru dan jantung. Selanjutnya, ada keunggulan dari CT scan di RSIS yang difungsikan untuk memeriksa pembuluh darah yang disebut dengan  CT angiografi.


Diungkapkan Didik, fungsi CT agiografi paling sering ditemui untuk mendiagnosis pasien yang mengalami keluhan pada kepalanya. Sebagian pasien ada yang mengalami sakit hebat hingga ada pula yang sampai pingsan. Untuk memastikan penyebabnya, pasien melakukan pemindaian di bagian kepala. Uniknya, banyak ditemukan kasus pecahnya pembuluh darah di otak bahkan pada pasien yang tidak punya riwayat penyakit tertentu sebelumnya seperti stroke.


“Yang jadi ukuran untuk pemeriksaan CT angiografi di bagian dalam kepala adalah adanya pendarahan. Padahal sebagian pasien ternyata diketahui memiliki tekanan darah normal, usinya cukup muda, tidak punya riwayat stroke, dan risiko lainya. Ternyata mereka ada yang mengalami aneurisma atau AVM yang merupakan penyakit kelainan pembuluh darah,” terang Didik.


Kedua penyakit tersebut menyerang pembuluh darah. Pada penderita aneurisma, mereka memiliki penggelembungan pembuluh darah di titik tertentu sebagai efek dari robekan yang terjadi pada lapisan arteri bagian dalam. Akibatnya, darah mendesak ke lapisan atasnya hingga menimbulkan efek menggelembung. Jika lapisan arteri tersebut makin menipis karena terdesak darah, maka dimungkinkan pecah dan lantas terjadi perdarahan. Gejala awal aneurisma antara lain yaitu sakit kepala hebat.


Sementara itu, pada penyakit AVM (Arterio-Venous Malformation) terjadi penyatuan antara arteri dan vena di titik tertentu. Akibatnya antara darah segar dan kotor saling menyatu. Hal ini dimungkinkan bisa menimbulkan sumbatan di pembuluh darah otak hingga terjadi perdarahan. AVM kerap ditemui merupakan penyakit bawaan lahir dan bisa terjadi di lobus otak mana pun pada pembuluh darah besar atau kecil. Penderita dapat mengalami gejala nyeri kepala hingga serangan  kejang mendadak.


Baik aneurisma dan AVM, keduanya bisa didiagnosis secara detil menggunakan CT angiografi. Gambar yang disajikan oleh CT scan akan mengungkap dalam bentuk citra tiga dimensi dan berwarna. Dengan begitu, nantinya dokter yang menangani pasien bisa menentukan dignosis yang benar sekaligus mengambil keputusan tepat dalam mengobati pasien.


Misalnya pada kasus aneurisma, tindakan CT angiografi akan memperlihatkan gambaran pembuluh darah di otak yang tampak ada penggelembungan pembuluh darah saat keadaannya belum pecah. Penggelembungan membuat penekanan pada bagian lain di sekitarnya.  Sementara itu, pada penyakit AVM, citra yang dihasilkan CT scan memperlihatan pada bagian tertentu di otak terjadi percampuran darah segar dan kotor. Komposisinya terlihat cukup rumit.


“Nantinya dokter spesialis radiologi akan menentukan titik arteri yang memberikan support  darah dan vena yang menerimanya (pada  kasus AVM)”, tutur Didik.


 


Faktor SDM sangat penting


Secanggih apapun piranti CT scan dan software di dalamnya, faktor sumberdaya manusia (SDM) yang menjalankan alat tersebut menjadi penentu. Dikatakan Didik, tanpa operator alat yang mumpuni maka pemanfaatan CT scan tidak maksimal. Oleh sebab itu, adanya CT scan wajib diimbangi dengan tenaga operator yang harus selalu ditingkatkan kemampuannya dalam mengoperasikan alat.


“Bisa jadi beberapa rumah sakit memiliki alat CT scan dengan kemampuan yang sama. Namun penggunaannya sangat ditentukan kemampuan SDM yang mengoperasikannya,” ujar Didik.


Oleh sebab itu, operator di unit radiologi RSIS dibekali dengan ilmu yang sesuai untuk mendongkrak kompetensinya. Mereka mendapatkan pelatihan, baik pelatihan dari vendor alat hingga pelatihan lain yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kinerja.


Menurut Didik, ada empat faktor yang akan mendukung optimalnya pengoperasian CT scan. Faktor tersebut adalah piranti CT scan yang canggih, software terkini, keilmuan yang dimiliki operator, dan keberanian. Unsur keberanian sama pentingnya karena tidak semua operator cukup nyali dalam melakukan tindakan dengan CT scan pada kasus penyakit tertentu.


“Contohnya pada CT angiografi. Pemeriksaanya dengan CT scan penuh risiko,” kata Didik. “CT angiorafi memerlukan kemampuan yang mumpuni karena lebih rumit dan perlu keberanian (dari operator alat),” tambahnya.


CT angiografi adalah salah satu bagian kecil yang bisa dilakukan oleh alat CT scan di RSIS. Masih banyak kegunaan lainnya yang dapat dimanfaatkan pada pemeriksaan di seluruh bagian tubuh. Bahkan salah satu teknik bedah minimal invasif di RSIS, yaitu cryo surgery, dilakukan dengan mendapatkan panduan dari hasil pencitraan CT scan.



Berita Terkait :



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)