Rabu, 10 Agustus 2016 - 09:48:23 WIB

KEPUTIHAN: PEYAKIT MENULAR SEKSUAL ATAU BUKAN?


Diposting oleh : Administrator
Kategori: INFO SEHAT - Dibaca: 1668 kali


KEPUTIHAN: PEYAKIT MENULAR SEKSUAL ATAU BUKAN?


dr. Dyah Cinde Cahyani, Sp.KK


 


FotoKeputihan atau dalam bahasa medis disebut leukorrhea merupakan masalah kewanitaan yang sering dikeluhkan para wanita. Kebanyakan keluhan tersebut dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, atau penderita berusaha mengobati sendiri dengan berbagai macam cara sehingga memperburuk keputihan yang diderita. Keputihan sendiri bermacam-macam jenis dan penyebabnya, dapat berupa keputihan fisiologis (normal), dapat berupa keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit yang ditularkan melalui kontak seksual maupun bukan melalui kontak seksual.


Infeksi Menular Seksual (IMS)  sendiri masih merupakan masalah kesehatan masyarakat utama hampir di setiap negara di dunia. Setengah dari kejadian IMS ini terdapat pada remaja dan dewasa muda dan kebanyakan tidak memiliki gejala yang jelas. Oleh karena itu IMS ini dapat terdiagnosis dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti infertilitas, kanker, penyebaran penyakit lebih lanjut, dan bahkan kematian (pada kasus Human Immunodeficiency Virus/HIV dan Acquired Immunodeficiency Syndrome/AIDS).


Kebanyakan perempuan terinfeksi oleh IMS saat berhubungan seksual secara heteroseksual. Transmisi IMS kebanyakan terjadi ketika terdapat perubahan ekosistem vagina. Beberapa penelitian mendukung adanya peran pertahanan laktobasilus vagina dalam menurunkan kerentanan perempuan heteroseksual terinfeksi HIV, dan adanya penurunan populasi laktobasilus meningkatkan resiko infeksi herpes simplex virus 2 (HSV-2), human papilloma virus (HPV), dan IMS karena bakteri. Oleh karena itu pada pasien perempuan dapat dijumpai lebih dari satu IMS pada saat yang bersamaan.


Berikut ini akan kita bahas satu per satu macam-macam keputihan berdasarkan penyebabnya dan penularannya.


Keputihan fisiologis


Keputihan yang fisiologis (normal) biasa muncul pada wanita usia reproduktif, sekitar 1 – 4 mL per hari. Duh tubuh (cairan keputihan) yang keluar dari lubang vagina berupa cairan bening dengan tekstur sedikit kental, tidak berbau namun kadang-kadang sedikit berbau tidak enak. Tekstur duh tubuh bervariasi dan dipengaruhi oleh hormon estrogen. Duh tubuh yang kental terbentuk saat kadar estrogen tinggi, misalnya saat kehamilan, saat penggunaan kontrasepsi yang mengandung estrogen-progestin, atau saat ovulasi. Keputihan fisiologis tidak perlu pengobatan khusus, dan dapat dijadikan penanda saat wanita memasuki masa subur.


 Keputihan karena perubahan jenis populasi bakteri di dinding vagina


Vaginosis bakterial merupakan keputihan yang disebabkan adanya pergantian bakteri flora normal pada dinding vagina yaitu Lactobacillus sp. dengan bakteri anaerob (seperti Prevotella sp. dan Mobiluncus sp., Gardnerella vaginalis, dan Mycoplasma hominis. Keputihan jenis ini ditandai dengan adanya duh tubuh vagina berwarna putih atau keabuan, tekstur cair, dan berbau amis. Bakteri-bakteri tersebut dapat menaikkan pH vagina dari yang normalnya 4-4,5 bisa sampai pH 7. Vaginosis bakterial dpat muncul secara spontan pada wanita yang aktif secara seksual namun dapat juga muncul pada wanita yang belum aktif secara seksual. Komplikasi vaginosis bakterial  ditemukan pada wanita hamil yang menyebabkan kelahiran prematur dan his prematur, infeksi cairan ketuban, infeksi pada masa nifas, maupun menyebabkan penyakit radang panggul.


Keputihan karena jamur


Keputihan karena jamur jenis Candida sp. biasa disebut kandidiasis vaginalis dalam bahasa medisnya, banyak diderita oleh wanita usia produktif, ditandai dengan duh tubuh vagina yang tidak berbau, berwarna putih menggumpal seperti susu atau santan pecah dan dapat  disertai keluhan gatal, panas, serta peradangan pada vulva dan vagina.Lebih dari 50% wanita berusia lebih dari 25 tahun pernah mengalami kandidiasis vulvovaginalis, dan sedikitnya 5% mengalami kekambuhan. Kandidiasis vulvovaginalis paling banyak disebabkan oleh Candida albicans, sekitar 3% kasus disebabkan oleh Candida.crusei dan Candida tropicalis. Faktor resiko yang dapat memicu meningkatnya populasi Candida sp. di dinding vagina juga telah banyak diteliti, di antaranya adalah karena peningkatan karbohidrat (dalam kasus ini adalah peningkatan glikogen vagina) dan penurunan PH vagina. Diabetes melitus yang tidak terkontrol, pemakaian obat yang mengandung kortikosteroid atau antibiotik jangka panjang, penyakit yang menekan daya tahan tubuh merupakan beberapa contoh faktor risiko kandidiasis vulvovaginalis. Selain itu pemakaian celana atau pakaian yang ketat dan penggunaan panty liners jangka panjang erat hubungannya dengan terbentuknya lingkungan yang hangat dan lembab yang dapat meningkatkan populasi Candida sp. Faktor resiko tersebut dapat berdiri sendiri atau bersamaan namun seringkali tidak ditemukan sehingga mendukung faktor resiko terjadinya penularan seksual.


Keputihan karena parasit


Trikomoniasis merupakan salah satu jenis keputihan yang disebabkan oleh infeksi Trichomonas vaginalis, protozoa berflagela yang merupakan parasit di saluran genital. Klinis ditandai dengan duh tubuh vagina berwarna kuning kehijauan, berbusa, berbau busuk, disertai gatal atau iritasi pada alat kelamin wanita bagian luar (vulva). Trikomoniasis ditularkan melalui hubungan seksual karena itu mitra seksual. Kadang-kadang terdapat komplikasi berupa infeksi pada uretra atau saluran kemih, atau Bartolinitis (radang pada kelenjar Bartolin).


Keputihan karena bakteri gonore


Keputihan karena gonore (GO) disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Masa tunas bakteri ini sangat singkat, pada pria umumnya berkisar antara 2 – 5 hari, kadang-kadang lebih lama. Pada wanita masa tunas sulit untuk ditentukan karena pada umumnya tidak bergejala, pada umumnya wanita datang berobat kalau sudah ada komplikasi. Infeksi pada wanita, pada mulanya hanya mengenai leher rahim, menimbulkan peradangan pada leher rahim dan vagina sehingga terbentuk discar kental berwarna kekuningan. Kadang-kadang infeksi gonore ini akan menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah wanita. Apabila tidak segera diobati, infeksi akan meluas ke saluran sel telur dan mengakibatkan jaringan parut yang dapat berefek kemandulan (infertilitas) atau kehamilan ektopik yang biasa disebut masyarakat hamil anggur. Selain itu, infeksi yang menyebar ke saluran kencing juga akan menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) dan bila mengenai kelenjar Bartholini akan menyebabkan Bartholinitis atau radang kelenjar Bartholini. Keputihan karena GO pada wanita didapatkan dari pasangan seksualnya melalui kontak seksual sehingga keputihan karena GO dikategorikan sebagai penyakit menular seksual.


 Penanganan keputihan


Setelah mengetahui adanya bermacam-macam jenis keputihan, apabila Anda mengalami keluhan selain keputihan fisiologis, ada baiknya Anda menemui dokter spesialis Kulit dan Kelamin Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Meskipun secara kasat mata dokter dapat membedakan antara penyebab keputihan dengan penyebab lainnya, namun seringkali penyebab infeksi tidak berdiri sendiri dengan tekstur duh tubuh yang tidak sesuai dengan teori yang telah disebutkan di atas. Untuk itu dokter perlu melakukan pemeriksaan dalam menggunakan spekulum (cocor bebek) untuk melihat kondisi vagina dan mengambil sampel duh tubuh untuk diperiksa di laboratorium. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan memberikan terapi yang sesuai dengan penyebab keputihan.


  Di antara berbagai keputihan di atas, beberapa ditularkan melalui kontak seksual. Implikasinya, pasangan dari penderita juga harus diobati agar tidak terjadi ‘pingpong’ penularan penyakit dan untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini.


 


Sukoharjo, 25 Juli 2016


Dyah Cinde Cahyani


Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di RSI Surakarta



Berita Terkait :



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)