Senin, 18 Mei 2015 - 08:26:36 WIB

Obat Tradisional: Antara Manfaat dan Keamanannya


Diposting oleh : Administrator
Kategori: INFO SEHAT - Dibaca: 12866 kali


Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Karena, obat tradisional memiliki efek samping relatif lebih sedikit dari obat modern.


Obat herbal diterima secara luas di hampir seluruh negara di dunia. Menurut WHO, negara-negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima. Bahkan, di Afrika, sebanyak 80% dari populasi, menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer (WHO,2003).


Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat hebal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat. Faktor lain adalah adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu -- diantaranya kanker – serta semakin luas akses informasi mengenai obat herbal di seluruh dunia.


Ketepatan penggunaan obat tradisional



Efek samping obat tradisional relatif kecil jika digunakan secara tepat, yang meliputi: 



  1. Ketepatan bahan Kebenaran bahan menentukan tercapai tidaknya efek terapi yang diinginkan karena tanaman obat di Indonesia terdiri dari beragam spesies yang kadang kala sulit dibedakan satu dengan yang lain Di Belgia, 70 orang harus menjalani dialisis atau transplantasi ginjal akibat mengkonsumsi pelangsing dari bahan yang keliru (WHO, 2003)

  2. Ketepatan dosis Tanaman obat seperti halnya obat modern buatan pabrik memang tidak bisa dikonsumsi sembarangan, tetap ada dosis yang harus dipatuhi sepeti halnya resep dokter. Hal ini menepis anggapan bahwa obat tradisional tidak memiliki efek samping. Anggapan obat tradisional aman dikonsumsi -- walaupun gejala sakit sudah hilang – adalah keliru. Sampai batas tertentu mungkin benar, tetapi bila sudah melampui batas justru membahayakan.Takaran yang tepat dalam penggunaan obat tradisional memang belum banyak didukung oleh data penelitian. Peracikan secara tradisional menggunakan takaran sejumput, segenggam, atau pun seruas, sulit ditentukan ketepatannya. Dosis yang tepat, membuat tanaman obat bisa menjadi obat yang benar. Sedangkan, jika berlebih, bisa menjadi racun. Penggunaan takaran yang lebih pasti, diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya efek samping yang tidak diharapkan.

  3. Ketepatan waktu penggunaan Ketepatan waktu penggunaan obat tradisional menentukan tercapai atau tidaknya efek yang diharapkan. Contohnya, kunyit diketahui bermanfaat untuk mengurangi nyeri haid dan dikonsumsi pada saat datang bulan. Akan tetapi, jika diminum pada awal masa kehamilan, beresiko menyebabkan keguguran.

  4. Ketepatan cara penggunaan Satu tanaman obat dapat memiliki banyak zat aktif yang berkhasiat di dalamnya. Sebagai contoh, daun kecubung. Jika daun tersebut dihisap seperti rokok, akan bersifat bronkodilator. Tetapi, jika diseduh dan diminum, dapat menyebabkan keracunan/mabuk.

  5. Ketepatan telaah informasi Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong derasnya arus informasi yang mudah untuk diakses. Informasi yang tidak didukung oleh pengetahuan dasar yang memadai, seringkali mendatangkan hal yang menyesatkan. Ketidaktahuan bisa menyebabkan obat tradisional berbalik menjadi bahan yang membahayakan.Contohnya adalah pare, yang sering digunakan sebagai lalapan. Ternyata pare mengandung khasiat sebagai anti HIV/AIDS karena mengandung alpha momorchorin, beta momorchorin, dan MASP 30. Tetapi, biji pare juga mengandung triterpenoid yang mempunyai aktivitas anti-spermatozoa dan dapat mengakibatkan infertilitas (kemandulan) pada pria. Konsumsi pare dalam jangka panjang – baik dalam bentuk lalap,jus, dan sayur – dapat memicu impotensi dan hormon pria, bahkan berpotensi merusak liver (Lord MJ,et all 2003)

  6. Tanpa penyalahgunaan Tanaman obat relatif mudah untuk didapatkan karena tidak memerlukan resep dokter. Hal ini mendorong terjadinya penyalahgunaan manfaat dari tanaman obat maupun obat tradisional. Contoh:



  • Jamu peluntur untuk terlambat bulan sering disalahgunakan untuk pengguguran kandungan. Resiko yang terjadi adalah bayi lahir cacat, ibu menjadi infertile, dan terjadi infeksi kematian.

  • Menghisap kecubung untuk mabuk-mabukan

  • Penambahan bahan-bahan kimia dalam obat tradisional. Bahan kimia tersebut dapat menimbulkan efek negatif dalam tubuh pemakai jika digunakan dalam jangka waktu panjang dan dalam jumlah banyak


     7. Ketepatan pemilihan obat untuk indikasi tertentu Dalam satu jenis tanaman dapat ditemukan beberapa zat aktif yang berkhasiat dalam                  terapi. Rasio antara keberhasilan terapi dan efek samping yang timbul harus menjadi pertimbangan dalam pemilihan jenis tanaman obat                yang akan digunakan dalam terapi. Contoh, daun tapak dara mengandung alkaloid yang bermanfaat untuk diabetes. Tetapi, juga                          mengandung vincristin dan vinblastin yang dapat menurunkan jumlah leukosit (sel darah Putih). Akibatnya, penderita menjadi rentan                    terhadap penyakit infeksi. Padahal pengobatan diabetes membutuhkan waktu yang lama, sehingga tapak dara tidak tepat sebagai anti-               diabetes.Penggunaan obat tradisional perlu mempertimbangkan keamanan dan manfaat dari masing-masing tanaman obat yang akan                   digunakan. Sehingga, kita memperoleh manfaat sesuai yang diharapakan.



Berita Terkait :



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)